Wisuda Daring Saat Pandemi, Universitas Peradaban Lepas 234 Lulusan

Wisuda Daring Saat Pandemi, Universitas Peradaban Lepas 234 Lulusan

BREBES - Universitas Peradaban (UP) Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Jawa Tengah melaksanakan Wisuda daring yang kelima dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, Sabtu (14/11/20). Wisuda dilaksanakan di halaman utama tersebut, dihadiri oleh puluhan orang saja.

Jumlah total ada 234 mahasiswa ditambah mahasiswa yang meraih cumlaude 33 mahasissa dari berbagai daerah yang diwisuda. Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari 4 fakultas dan 13 program studi.

Adapun tema Wisuda adalah Tantangan dan Peluang Alumni Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19. Selaku penyampai orasi ilmiah Wisuda dari Prof Dr Makarim Wibisono MA. 

Melalui daring, Makarim menyampaikan bahwa pandemi Covid-19, berdampak pada sektor usaha yang terpaksa mem-PHK banyak pekerjanya.

"Banyak perusahaan yang bangkrut dan menutup usaha. Meningkatnya jumlah pengangguran baik yang fresh graduate maupun pekerja lama," katanya.

Meski demikian, dampak tersebut menjadi tantangan bagi alumni perguruan tinggi. Di antara tantangannya adalah dengan merubah orientasi berfikir memaksimalkan teknologi.

"Kita hendaknya aktif memaksimalkan media sosial untuk mencari bahkan membuka lapangan kerja," ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Panitia Wisuda Azwar Anis SIP MSi mengungkapkan, wisuda daring dilakukan mengingat masih masa pandemi. Yang mana, sesuai arahan Kemendikbud dan Kemeninfo kegiatan kampus dilakukan secara jarak jauh.

"Sesuai arahan kementerian segala kegiatan kampus kami lakukan daring," katanya.

Dia menjelaskan, meski daring mutu dan proses wisuda tetap diutamakan. Sebagai bukti adalah menghadirkan pembicara level internasional dan kelancaran teknologi daring.

"Walaupun kami di tingkat kabupaten, pembicara dari Prof Makarim dengan level internasional. Lalu kami mengedepankan teknologi informasi sebagai kemajuan penggunaan media," tutur dia.

Ia mencontohkan yakni seperti melakukan perkuliahan bersama di waktu yang sama memanfaatkan Learning Management System (baik sinkronous atau asinkronous), menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp Group, telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

"Pada saat ini, penggunaan teknologi berbasis daring adalah salah satu jalan keluar, untuk memfasilitasi pendidikan di perguruan tinggi agar tetap berjalan," katanya.

Lebih lanjut ia mengingatkan kepada wisudawan yang telah mendapatkan ilmu dari UPB untuk tetap belajar dalam konteks bekerja karena belajar adalah kewajiban kita sampai akhir hayat.

"Ilmu yang diperoleh saat ini belumlah cukup untuk mengarungi kehidupan pekerjaan kedepan untuk itu tetaplah kreatif dalam menjalani kehidupan masa depan apalagi pada masa pandemi ini," ujarnya. [REZ]