Silaturahmi Tokoh Spiritual dari Gunung Gambar dan Candi Cetho

Silaturahmi Tokoh Spiritual dari Gunung Gambar dan Candi Cetho
Tokoh-tokoh Spiritual Gunung Gambar dan Candi Cetho bersinggah ke Grobogan di kediaman ketua umum PBH LIDIK KRIMSUS RI Muhammad Rokhim(tengah). (Foto.JIS)

JATENG, GROBOGAN- Guna menjalin silaturahmi dengan mengedepankan rasa persaudaraan, tokoh-tokoh pemerhati Candi Cetho Karanganyar dan Gunung Gambar Gunungkidul Jogjakarta bersinggah ke Grobogan di kediaman Muhammad Rokhim Ketua Umum PBH Lidik Krimsus RI. Senin (5/10/2020) malam.

Dalam silaturahminya para tokoh spiritual ini ada beberapa pembahasan makna penting dan tujuan yang mengarah kepada kelestarian adat maupun budaya, dengan menggabungkan unsur spiritual dan unsur intelektual.

Bopo Rokhim, sapaan akrab dari Muhammad Rokhim menyampaikan silaturahmi ini yang pertama untuk mengutuhkan persaudaraan, dengan membangun keselarasan menguri-uri budaya, agar kolaborasi antara adat budaya dan modernisasi bisa berjalan beriringan.

Mbah Podo tokoh dari Gunung Gambar, menuturkan juga sedemikian, di jaman yang serba modern saat ini tidak bisa dipungkiri banyak pemuda-pemudi yang sudah lupa akan adat dan budayanya, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali maknanya. Sangat disayangkan, sedangkan ia dilahirkan ditanah yang saat ini dipijak. Selain itu adat dan budaya juga merupakan sebuah identitas di Negara ini.

"Boleh-boleh saja mengikuti modernisasi, tetapi jangan sampai menghilangkan atau melupakan adat dan budaya. Keduanya silahkan dijalankan, namun dari salah satunya juga jangan dihilangkan, agar tetap berada dalam konteks keserasian ". Paparnya.

Sementara itu, Mbah Atmo Sentono tokoh Candi Ceto Karanganyar, langsung kepada indonesiasatu.co.id mengungkapkan bahwa silaturahmi antar tokoh spiritual ini bertujuan mengajak semua kalangan untuk menumbuhkan kembali kesadaran menghargai budaya yang ada di Bangsa ini. Sesama tokoh spiritual berkumpul untuk menggali inspirasi dengan memadukan sebuah pemikiran yang seirama.

Bopo rokhim menambahkan, dengan menggabungkannya antara unsur spiritual dan unsur intelektual yakni keduanya supaya bersinergi, dan selanjutnya tercipta kekuatan alam dan kekuatan nyata yang maha dahsyat untuk membangun bangsa ini.

Lebih lanjut Bopo Rokhim bercerita sedikit banyak tentang perjalanan para tokoh spiritual yang singgah ke kediamannya tersebut, hal itu sebenarnya banyak hal penting yang dibahas, salah satunya betapa pentingnya pembelajaran dari kaidah-kaidah spiritual yang sudah berjalan selama ini belum benar-benar bisa dihayati oleh semua orang. Banyak yang menganggap laku spiritual itu merupakan kegiatan musrik dan bertentangan dengan agama. Hal ini tentu harus diluruskan dengan pemahaman dan penjabaran khusus, supaya tidak menjadi sebuah anggapan yang sedemikian itu, pungkasnya. (Sugiyanto)