Rapat Koordinasi DPD P3MI Jawa Tengah Guna Bahas Pembentukan Dewan Pimpinan Cabang

Rapat Koordinasi DPD P3MI Jawa Tengah Guna Bahas Pembentukan Dewan Pimpinan Cabang
Rapat koordinasi jajaran pengurus DPD Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI) Jawa Tengah dihadiri para pelaku UKM dan pedagang pasar malam, Minggu (23/8/2020)

AMBARAWA,- Jajaran DPD Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi bersama para pedagang serta pelaku UKM. Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal jajaran DPD Jawa Tengah, dalam memajukan program P3MI untuk menyejahterakan para anggotanya yang terdiri dari para pelaku usaha kecil, seperti hiburan wahana rakyat keliling, Event Organizert, Equipment dan pedagang pasar malam.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD P3MI Jawa Tengah, H. Muntahar, S.H. dengan berlokasi di wisata Eling Bening Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2020) pukul 09.30 WIB. Hadir juga dalam rapat tersebut para jajaran pengurus DPD P3MI Jawa Tengah lainnya.

H. Muntahar, S.H mengatakan, Rapat koordinasi yang di laksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan jajaran pengurus DPD P3MI Jateng di Bandung pada tanggal 19 Agustus 2020. Dirinya menjelaskan, dalam rapat tersebut melibatkan seluruh para pedagang dan UKM yang ada di Jawa Tengah.

“ Hari ini DPD P3MI Jawa Tengah melaksanakan rapat koordinasi bersama pengusaha pasar malam, pedagang dan UKM di Jawa Tengah. Untuk menyerap aspirasi dan keluh kesah mereka pada masa Pandemi Covid-19,” ujar nya.

Yang mana, sambungnya, “ Akan membentuk DPC per-Kabupaten dan sebagai wadah komunikasi antar pedagang, pengusaha dan UKM terutama yang bergerak di Pasar Malam.”

 Ketua DPD P3MI Jawa Tengah ini berharap, Pasar malam ini bisa disamakan dengan Pasar Tradisional. Menurutnya, Pasar malam identik dengan budaya tradisional masyarakat, sehingga bisa dibuka kembali di tengah Pandemi.

“ Kami siap menerapkan sistem protokol kesehatan di Jawa Tengah oleh sekitar 12 ribu pengusaha, pedagang dan UKM yang terdampak dan belum mendapatkan solusi keluar dari krisis ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, pasca Pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada pertengahan Maret hingga saat ini memiliki dampak yang cukup besar kepada pelaku UKM. Dimana pemerintah menerapkan aturan larangan adanya kegiatan yang mengundang massa. Ditambah dengan keluarnya Maklumat Kapolri. 

Hal ini tentunya menjadi polemik tersendiri bagi para pelaku UKM yang bergerak di bidang wahana hiburan rakyat keliling, Event Organizert (EO), Equipment dan pedagang pasar malam yang bergabung dalam Organisasi P3MI. Melalui jajaran pengurus Pusat P3MI yang di pimpin Ketua Umum nya, Agus Chandra, S.E. melakukan Audiensi dengan beberapa Kementerian terkait dan Polri. 

Hal ini dilakukan guna mencari solusi dan menyampaikan segala aspirasi para anggota nya yang berjumlah ribuan dan tersebar di seluruh Indonesia. Berangkat dari niat yang tulus demi memperjuangkan nasib pelaku UKM, Maklumat Kapolri akhirnya dicabut. Hal tersebut menjadi angin segar bagi mereka yang sudah hampir 4 bulan belakang ini harus tutup total dalam usaha. 

Pemerintah memberikan kelonggaran kepada pelaku UKM tersebut dengan mewajibkan penerapan protokol kesehatan dan berkoordinasi bersama Satgas Covid-19 di wilayah. Kelonggaran usaha ini hanya diberikan kepada wilayah yang masuk zona hijau. Sementara untuk wilayah zona kuning, dan merah belum diperbolehkan sama sekali.

( LUKY JAMBAK )