Pengajuan 2 Milyar Pemkot Tegal Selesaikan Revitalisasi Alun Alun Berpotensi Ditolak Mayoritas Fraksi DPRD

Pengajuan 2 Milyar Pemkot Tegal Selesaikan Revitalisasi Alun Alun Berpotensi Ditolak Mayoritas Fraksi DPRD
Komisi 3 DPRD Kota Tegal saat melakukan kunjungan ke pekerjaan Revitalisasi Alun Alun Kota Tegal

Tegal - Pemerintah Kota Tegal dianggap telah melanggar komitmen awal dengan DPRD soal pembangunan Revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal. Komitmen awal yang telah disepakati diantaranya dalam perencanaan awal bahwa Revitalisasi Alun-Alun tidak akan menghilangkan fungsinya sebagai tempat upacara hari-hari besar.

" Karena upacara hari-hari besar itu manfaatnya untyk melatih disiplin para siswa, melatih disiplin para aparat dan termasuk dalam kerangka melatih kepedulian terhadap rasa kebangsaan, " Kata Sisdiono Ahmad, SPd anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal yang disampaikan pada jateng.indonesiasatu.id usai mengikuti Rapat Paripurna dgn acara Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD atas Nota Keuangan RAPBD TA 2021 di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (10/11).

Menurutnya, pengajuan rencana revitalisasi alun-alun itu awalnya diajukan oleh Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE, MM dengan nilai anggaran Rp 15 milyar. Namun waktu itu banyak fraksi yang menolak atau keberatan dengan anggaran tersebut. Hingga terjadi kesepakatan nilai anggaran pada angka Rp 10,8 milyar tetapi dengan beberapa catatan seperti fungsi alun-alun tetap untuk dapat dijadikan tempat upacara hari-hari besar.

" Berarti tamannya harus lebih kecil makanya anggaran dikecilkan menjadi Rp 10,8 milyar. Dan Habib Ali juga menolak kalau alun-alun dibangun penuh dengan alasan karena nantinya tidak bisa digunakan untuk pengembangan jamaah masjid, tidak bisa untuk idul fitri kemudian juga tidak bisa untuk pengajian, " Tambah Sisdiono Ahmad.

Sisdiono juga mnyampaikan bahwa komitmen itu telah disepakati antara DPRD Kota Tegal bersama TPAD yang dipimpin langsung oleh Walikota Tegal Dedy Yon dan Wakilnya HM Jumadi.

" Kemudian kami Komisi 3 kan meninjau dengan melihat existing yang sudah mulai dibangun itu engga bisa untuk upacara. Itu engga mungkin karena nanti akan ada rumput sintetis yang tidak boleh diinjak, " Paparnya.

Pada perspeksi anggota DPRD selain soal pemkot sudah melanggar komitmen dalam mempertahankan fungsi alun-alun, maka menurut Sisdiono rencana pemkot mengajukan anggaran tambahan senilai Rp 2 milyar untuk menyelesaikan pembangunan revitalisasi berpotensi untuk ditolak.

" Ternyata untuk tahun 2021, pemerintah mengajukan anggaran 2 milyar untuk menyelesaikan Alun-Alun, menyelesaikan flying deck yang belum selesai. Padahal telah disepakati dengan anggaran 10,8 milyar itu harus selesai, " Ungkap Sisdiono Ahmad. Maka terhadap kemungkinan terjadinya penolakan terhadap pengajuan penambahan Rp 2 milyar Sisdiono menyebutnya sangat memungkinkan.

Baginya penolakan itu sangat berpeluang besar karena disebutkan tadi dalam rapat fraksi PDIP dan PKB serta yang lain  juga tidak setuju.

" Karena saat mengunjungi Alun-Alun, mereka kecewa dan kayaknya mereka juga tidak setuju, " Ujarnya.

Masih menurut Sisdiono, apabila pengajuan anggaran Rp 2 milyar tidak disetujui maka akan menjadi persoalan bagi paket pekerjaan revitalisasi Alun-Alun karena ada bagian yang belum terselesaikan. Bahkan menurutnya, hal itu merupakan skenario dari perencanaan pemkot Tegal sebagai faith a compli terhadap DPRD Kota Tegal.

" Saya pikir ini menjadi strategi dari pemkot untuk mempeta-kompli dewan. Kita sudah menyepakati dalam pengajuan awal 10,8 milyar itu selesai. Tiba-tiba sekarang ada pengajuan lagi 2 milyar untuk menyelesaikan taman alun-alun. Ini kan lucu, " Pungkas Sisdiono Ahmad.

Sebagaimana diketahui, paket kegiatan pekerjaan Revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal itu sendiri dikerjakan oleh PT. Tri Mega Indah, perusahaan asal Semarang yang memenangkan lelang dengan nilai penawaran sebesar Rp 9.494.006.405.98,- (Anis Yahya)