Pelayanan Kependudukan Kota Tegal Tempati Level Tertinggi Se-Indonesia

Pelayanan Kependudukan Kota Tegal Tempati Level Tertinggi Se-Indonesia
Dirjen Dukcapil, Prof. DR. Zudan Arif Fakhrulloh dan Wakil Walikota Tegal, HM Jumadi, ST, MM (bertopi), Jumat (30/10)

Tegal - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Tegal kedatangan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prof. DR. Zudan Arif Fakhrulloh dalam rangka road show monitoring pelayanan pada dinas dukcapil se-Indonesia diantaranya Kota Tegal. Pada kunjungannya itu, Prof. Zudan disambut Wakil Walikota Tegal HM Jumadi, ST, MM di kantor Disdukcapil Jl. Lele No. 14, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jumat (30/10).

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen yang mendapatkan gelar profesor pada usia 35 tahun itu menyatakan bahwa pelayanan dukcapil Kota Tegal menduduki level tertinggi se-Indonesia.

" Untuk Kota Tegal, saya memberikan apresiasi kalau dilihat dari level layanan publik dibidang Admindu, Kota Tegal itu di level tertinggi. Di level empat, " Ujar Zudan dalam wawancaranya pada awak media, Jumat (30/10).

Menurutnya, ada 4 level yang diberikan dalam apresiasinya terhadap pelayanan terbaik pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Level satu, dua, tiga dan empat.

" Kota Tegal menduduki pada level tertinggi pada level empat, " Ujar Profesor yang memiliki 3 putra dengan anak pertamanya bernama Fatah Anugerah Akbar, 23 tahun (sedang Koas Kedokteran UNS), kedua, Zatila Arifa (17 th) dan Hazida Arifah, (14 thn).

Sebagaimana diketahui, Kantor Disdukcapil Kota Tegal sendiri memiliki beberapa program satu diantaranya aplikasi layanan Administrasi Kependudukan Kota Tegal dengan nama Jakwir Cetem dengan semangat semboyan pelayanan bagi masyarakat 'Aja Kosih Wira Wiri, Cepat Tepat Melayani'.

Langkah monitoring terhadap 514 kota / kabupaten dihari libur disebutkannya untuk memastikan layanan di kantor-kantor Disdukcapil  tetap berjalan meski dihari libur dengan semangat produktif.

" Saya memonitor dihari kemarin saja dari 514 kabupaten / kota yang lembur atau bekerja dihari libur, 405. Itu lebih dari 80 %, " Ungkapnya.

Bagi Kota Tegal setelah menempati pada level tertinggi, menurutnya tinggal bagaimana sekarang dinas mewujudkan pada tingkat kepuasan dan kebahagiaan pelanggan.

" Jadi semangatnya adalah bagaimana membahagiakan masyarakat melalui layanan dukcapil ini, " Pesannya.

Bahkan dari hasil pemaparan dari pihak Dukcapil Kota Tegal, dengan penjelasan dari Wakil Walikota HM Jumadi tentang layanan terintegrasi, Profesor Zudan berencana akan mem-blasting konsep tersebut ke seluruh Indonesia dengan harapan daerah lain dapat me-replikasi dari inovasi disdukcapil Kota Tegal.

Pemaparan layanan terintegrasi sebuah progres dalam pelayanan masyarakat dengan berbasis IT yang mampu melayani permohonan satu untuk tiga. Hal itu digambarkan dalam semisal pembuatan Akte Kematian, yang dimohonkan satu, tapi yang diterbitkan sekaligus 3 yaitu KTP bagi yang masih hidup dengan status cerai mati dan Kartu Keluarganya serta surat akte kematian itu sendiri.

" Jadi itu contoh layanan terintegrasi. Hal itu dapat diwujudkan disini. Apalagi ada layanan online melalui aplikasi ' Jakwir Cetem' yang diantar sampai di rumah pemohon, " Jelas Zudan, lelaki kelahiran 51 tahun lalu yang merupakan anak ke 7 dari 9 bersaudara serta menyelesaikan pendidikan S1nya di UNS, S2 dan S3nya di Undip dan gelar profesornya diraih dari Universitas Swasta ternama pada usia 35 tahun.

" Saya berharap tingkat layanan di level 4 jangan sampai turun. Kinerjanya dijaga. Tingkat kepuasan dan kebahagiaan masyarakat harus bisa diwujudkan. Maka layanannya, layanan yang harus cepat, akurat, bermartabat. Bermartabat itu jangan membuat masyarakat kecewa, " Pungkas Profesor DR. Zudan Arif Fakhrulloh.

Sementara Wakil Walikota Tegal, HM. Jumadi, ST, MM menegaskan komitmennya untuk dapat mewujudkan program kependudukan dan pencatatan sipil yang sudah dalam rencana kerja program kedepan. Dirinya juga berharap program-programnya dapat dukungan dari pemerintah pusat.

" Insya Allah kita nanti ada mesin anjungan Disdukcapil mandiri, yang akan diimplementasikan tahun depan. Jadi nanti masyarakat tidak usah ke Disdukcapil tinggal cetak KTP lewat mesin. Harapannya kita segera implementasikan dan mudah-mudahan dibantu oleh Pemerintah Pusat, ” harap Jumadi. (Anis Yahya)