Panggung Organisasi Kepemudaan Pro Demokrasi Grobogan Digelar Sangat Meriah

Panggung Organisasi Kepemudaan Pro Demokrasi Grobogan Digelar Sangat Meriah
Sejumlah Musisi dan Seniman memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai aksi panggung yang luar biasa. (foto.JIS/Wond)

JATENG, GROBOGAN - Panggung Demokrasi diselenggarakan oleh Talenta Learning Center Grobogan di Candi Joglo Cafe Purwodadi, Sabtu (5/09/2020) malam.

Sejumlah musisi dan seniman memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai aksi panggung yang luar biasa.

Dirangkai diatas panggung rakyat mereka menampilkan kesenian yang sangat menarik diantaranya puisi demokrasi, tarian Bajidor Kahot dan tari kreasi pandemi covid - 19, serta kolaborasi musik.

Pengunjung yang ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini kurang lebih 250 orang, dikemas dengan suasana yang hangat dan santai sambil menikmati kopi hangat dan minuman alami tanpa meninggalkan anjuran Pemerintah tentang Protokol Kesehatan paska Pandemik.

Dihadiri dari beberapa organisasi kepemudaan dan eleman pro demokrasi.

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Amin Hidayat, pegiat Literasi Grobogan Jumadi, founder rumah budaya Grobogan Dono Iswadi, pimpinan Shalawat Angladeni Gus Gimbal juga Forum Lembaga Sosial Bakorwil Pati Kang Julal.

Panggung Demokrasi dilaksanakan menuju pilkada dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Kegiatan ini cara lain  memberitahukan kepada pemerintah bahwa gerakan dan perjuangan rakyat masih terus berjalan terlebih dalam memajukan Indonesia dengan semangat gotong royong menuju Bangsa Berdikari dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya.

Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari beberapa tokoh undangan. Salah satunya perwakilan Forum Lembaga Sosial Bakorwil Pati berkomentar acara ini sebagai sarana edukasi  ke masyarakat yang lebih luas. Terutama kalangan pemuda.

"Dari kegiatan panggung demokrasi ini juga merupakan sebagai sarana media untuk memberdayakan budaya sekaligus sebagai wadah untuk membangun kreasi dan kreativitas karakter remaja menuju hal yang bernilai positif". jelas Kang Julal.

Pada akhir acara ditutup statement demokrasi mengolah rasa dan menebar asa.
"Memayu hayuning bawana, Ambrasta dur Angkara". Yang diartikan bahwa  manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan bersama serta memberantas angkara murka, serakah dan ketamakan. (Sugiyanto/wond )