Lulus Kuliah Dari Hasil Berwirausaha Jamur Tiram, Kader PDI Perjuangan Banjarnegara ini Semakin Menggeliat Kembangkan Usahanya Ditengah Pandemi Covid-19

Lulus Kuliah Dari Hasil Berwirausaha Jamur Tiram, Kader PDI Perjuangan Banjarnegara ini Semakin Menggeliat Kembangkan Usahanya Ditengah Pandemi Covid-19

Banjarnegara – Nur Kholis Warga desa Karanganyar kecamatan Purwanegara mengawali budidaya jamur tiram tersebut pada tahun 2016, sembari menempuh study S-1 nya di STIE Tamansiswa Banjarnegara, berwirausaha jamur hitung – hitung sambil kuliah dan mencari relasi, tuturnya”

Bisnis budidaya jamurnya pun sempat berhenti pada tahun 2017 silam, sehingga membuat waktu study nya pun sempat molor 2 semester, usaha budidaya jamur tersebut harus berhenti disebabkan karena terkena serangan hama penyakit. Belajar dari pengalaman tersebut, Nur Kholis pun memulai kembali budidaya jamur yang sempat terhenti. Hingga akhirnya pada tahun 2019 lalu telah merampungkan jenjang S-1 Jurusan Ekonomi Manajemen nya dengan biaya dari bisnis jamur tiram ini hingga sekarang.

Tak hanya berbisnis Nur Kholis pun aktif di kegiatan partai politik di Banjarnegara, Kader PDI Perjuangan di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara ini dapat menjaga ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19, Nur Kholis mengembangkan budidaya jamur tiram. Tanaman jenis ini sangat bagus untuk dikembangkan di masa Pandemi Covid-19, karena harganya yang normative stabil.

Menurutnya untuk tahap awal sebelum memulai budidaya jamur tiram adalah harus memiliki bibit jamur tiram yang telah dikemas dalam baglog, Kholis menyarankan, bagi pemula yang ingin memulai bisnis budi daya jamur tiram sebaiknya tidak membuat bibit sendiri karena cukup rumit, sebaiknya membeli baglog yang sudah jadi, kemudian dikembangkan sampai dengan tumbuh jamur tiram, sembari memahami cara perawatanya. Menurutnya selain menyiapkan bibit jamur tiram kita juga perlu menyiapkan kumbung atau rumah jamur,  Kumbung atau rumah jamur tersebut dapat memanfaatkan bagian rumah yang kosong efisien dan hemat biaya, kemudian langkah berikutnya membuat rak jamur yang nantinya digunakan untuk menaruh baglog jamur, tambahnya”

Poin terpenting yang harus diperhatikan dalam merawat rumah jamur adalah menjaga kelembaban dan suhu ruangan, Kelembaban dan suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur. Selain itu, Kholis pun merekomendasikan untuk menghindari penggunaan atap kumbung dari seng, karena dapat membuat suhu semakin panas di rumah jamur tersebut. Untuk bagian lantai, sebaiknya menggunakan tanah alami, dengan maksud agar air dapat terserap sempurna saat melakukan penyiraman.

Setelah semuanya siap dalam perawatan Jamur Tiram ini kita juga perlu memperhatikan jenis hama yang biasanya menyerang pada jamur tiram, diantaranya yaitu lalat dan kumbang. Serangga jenis ini akan memakan miselium dan buah jamur, sehingga mengakibatkan hasil panen yang kurang maksimal. Selain itu, laba-laba juga biasanya memakan tubuh buah jamur, serta menyebarkan spora jamur. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Sedangkan, siput biasanya menyerang tubuh jamur, sehingga pertumbuhan jamur kurang optimal,” imbuhnya.

Nur Kholis juga menjelaskan, usaha budidaya jamur tiram tersebut termasuk usaha yang cukup menguntungkan, karena disamping harganya yang cukup baik, dalam segi pemasaran juga cukup mudah. Sebab, tanaman jamur tiram ini memiliki nilai gizi tinggi, sehingga banyak dibeli oleh masyarakat.

“Dalam budidaya jamur tiram sangat cocok dikembangkan pada masa Pandemi Covid-19, karena dalam pemeliharaannya tidak mengumpulkan banyak pekerja. Selain itu, biaya perawatan jamur tiram juga cukup murah. Saya banyak mendapatkan manfaat dari budidaya jamur tiram ini, yaitu sebagai tambahan penghasilan. Konsumen jamur tiram ini adalah dari kalangan masyarakat, serta pedagang pasar yang datang kerumah,” tutupnya.