Lima Karyawan Mall Luwes Blora Kena PHK di Tengah Pandemi Covid-19, LSM GERAM Angkat Bicara

Lima Karyawan Mall Luwes Blora Kena PHK di Tengah Pandemi Covid-19, LSM GERAM Angkat Bicara
Didampingi LSM GERAM, Korban PHK Mall Luwes Blora Mengadu ke Dinperinaker Kabupaten Blora.

JATENG, BLORA- Diduga melakukan pemberhentian sepihak oleh perusahaan di tengah pandemi Covid-19, 5 karyawan kontrak bagian parkir Mall Luwes Blora Jawa Tengah mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora untuk mengadukan peristiwa yang menimpanya.

Kedatangan 5 Karyawan tersebut didampingi LSM GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat), sekaligus menggelar audiensi di aula Dinperinaker Blora, Senin (10/08/2020).

“Setelah mendengarkan cerita kawan-kawan karyawan, kami prihatin terkait permasalahan pemberhentian sepihak yang menimpa mereka. Ini menunjukkan tidak beresnya sistem ketenagakerjaan di Mall Luwes. Maka dari itu, kami dari LSM GERAM mendampinginya untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai karyawan". Papar  Eko Arifianto (43) Koordinator GERAM.

Sementara itu, menurut salah satu anggota LSM GERAM Lilik Prayogo, terkait perjanjian kontrak yang sarat dengan kejanggalan. Menurutnya, tidak adanya salinan yang diberikan kepada para karyawan, jelas ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan sistem prosedur yang tidak benar bagi karyawan.

“Harusnya pada surat perjanjian kontrak kerja dibuat rangkap dua, satu lembar untuk perusahaan dan satu lembar untuk para karyawan, bermeterai, bertandatangan dan stempel basah. Lha ini kenapa kok tidak seperti itu? Bagaimana ini aturan ketenagakerjaannya". Terang Lilik dengan tegas.

Persoalan ini jelas mencuat, lantaran di akhir bulan Juli 2020 kemarin terjadi pemecatan sepihak 5 orang karyawan kontrak Mall Luwes Blora yang bertugas sebagai juru parkir.

Tuntutan karyawan yang dipecat adalah bekerja kembali sebagai tenaga parkir di Mall Luwes Blora dengan sistem kerjasama bersama nama warga lingkungan sekitar dengan sistem bagi hasil seperti yang dilakukan di Mall-mall Luwes luar Kabupaten Blora, seperti di Pati dan Purwodadi.

“Kalau kami ditarik lagi menjadi karyawan kontrak dengan sistem yang sama seperti kemarin ya kami tidak mau Pak, karena pasti akan terulang seperti itu, kami bisa pastikan. Kenapa karyawan yang mendaftar seangkatan dengan kami Tahun 2013 dulu sudah diangkat menjadi karyawan tetap tetapi kenapa kami masih saja menjadi karyawan kontrak?,” ujar Pujianto karyawan korban pemecatan yang bertempat tinggal di kelurahan Sawahan Kecamatan Blora Kota.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinperinaker Blora Achmad Nurhidayat, S.H., M.Si, dengan didampingi Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenagakerjaan menyampaikan pihaknya akan segera memanggil pemilik Mall Luwes yang beroperasi di Blora.

“Kita rencana hari Kamis (13/8/2020) pukul 08.00 WIB akan memanggil pemilik Mall Luwes yang ada di Blora ini untuk dimintai keterangan terkait dengan aduan karyawan yang ada,” ucapnya.

Dirinya menambahkan bahwa kehadiran permintaan keterangan hari Kamis besok tidak boleh diwakilkan.

“Undangan kehadirannya tidak boleh diwakilkan”. Pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 5 orang mengadu ke LSM GERAM lantaran merasa ada kejanggalan pada sistem kerja perusahaan yang memberhentikan secara sepihak di tengah pandemi Covid-19. Padahal, karyawan seangkatan lainnya bisa diangkat menjadi karyawan tetap, sedang dirinya dan keempat rekannya tidak.

“Saya dipanggil pada Bulan Juli 2020 kemarin di ruang HRD Luwes. Katanya saat ini toko lagi sepi. Pihak HRD bilang mengistirahatkan saya. Tapi, pihak HRD tidak tahu berapa lama mengistirahatkan saya dan kawan-kawan. Saya bingung karena punya tanggungan anak kecil. Apalagi di musim Corona seperti ini, cari kerjaan sangat sulit,” ungkap Suwarsono. (Sugiyanto/Jay).