Lapangan Prosida Kota Tegal Dalam Romantisme PKBP-PC

Lapangan Prosida Kota Tegal Dalam Romantisme PKBP-PC
Anggota Paguyuban Keluarga Besar Pengairan Pemali - Comal berpose bersama usai acara, Minggu, 1/11 (Foto : Anis Yahya)

Tegal - Bagi generasi muda Kota Tegal sekarang ataupun generasi tahun 80 an, mungkin nama Prosida di Kota Tegal hanya sebatas mengenal namanya saja. Bahkan mereka hanya memahami nama tersebut sebagai nama lapangan yang terletak di Jalan Kapten Sudibyo (dulu namanya daerah Dukuh Sampak). Sebelum berdiri gedung Samsat, lapangan Prosida biasa dijadikan tempat untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri maupun Idul Adha. Namun tidak mengetahui persis apa nama Prosida itu sendiri.

Tanpa sengaja, Jurnalis Indonesia Satu berjumpa dengan sebuah kumpulan orang di warung makan ‘Mba Ranni’ didaerah Tegal Barat Kota Tegal, Minggu (1/11).

Kumpulan tersebut, ternyata sebuah paguyuban yang sedang ada kegiatan kumpul silaturakhmi antar anggota paguyuban. Hal itu diketahui setelah dalam percakapan dengan salah seorang anggota paguyuban ternyata paguyuban itu kumpulan eks pegawai Prosida dengan nama PKBP-PC atau Paguyuban Keluarga Besar Pengairan Pemali – Comal.

Menurut ketuanya, Purnomo, SE yang juga anggota DPRD Kota Tegal periode 2019 – 2024, paguyuban didirikan untuk membangun tali silaturahmi antar mantan pegawai Prosida dalam sebuah ikatan yang kuat.

“ Tujuannya untuk mengakrabkan diantara pegawai Prosida. Namun demikian keanggotaan tidak membatasi hanya mantan pegawai Prosida saja tapi juga dari pegawai pengairan lainnya, “ Ujar Purnomo pada jateng.indonesiasatu.id, Minggu (1/11) di acara silaturakhmi anggota PKBP-PC  yang bertempat di warung makan Mba Ranni, Jalan Sawo Barat, Tegal Barat, Kota Tegal.

Menurut Ketua PKBP-PC Purnomo, SE melalui keterangan salah satu anggotanya, Suparlan menjelaskan bahwa Prosida adalah badan yang didirikan pemerintah RI sejak 1969 khusus untuk menangani perbaikan irigasi. Karena mendapat bantuan IDA (International Development Agency), maka ia bernama Proyek Irigasi IDA (Prosida).

Daerah kerja Prosida meliputi sub-sub proyek antara lain di Way Seputih (Lampung), Cisadane, Rentang, Glapan Sedadi, Ciujung, Pemali Comal, Sadang, Pekalen Sampean, Cirebon dan Madiun. Jaringan irigasi yang umumnya dibangun pada jaman Belanda dan 2/3 nya berada di pulau Jawa serta Irigasi-irigasi tersebut memerlukan perbaikan. Pada tahun 1977 pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari International Development Agency atau IDA untuk menangani perbaikan tersebut. Maka proyek tersebut bernama Proyek Irigasi International Development Agency dan dikenal dengan nama Prosida.

Prosida menangani sekira 80 an Bendung (meninggikan air dan dibendung dengan dibuatkan pintu air ) dan Bendungan atau Waduk diwilayah Pemali - Comal atau se eks-Karesidenan Pekalongan.

Bahkan ada yang menarik dari pernyataan Suparlan, mantan Kabag Laporan Keuangan Prosida bahwa di Prosida, terdapat Sentral Filling yang merupakan tempat kearsipan dimana Prosida Pemali - Comal merupakan rujukan bagi Prosida diseluruh Indonesia.

" Semua prosida dari daerah lain kalau perlu data untuk presentasi, pasti minta datanya ke kita, " Ungkap Suparlan.

Sebuah paguyuban yang terdiri dari para mantan pegawai Prosida setidaknya menggambarkan betapa kuat tali kekeluargaannya diantara mereka meski lapangan Prosida kini telah berubah menjadi kawasan kantor Samsat dan gedung pertemuan, namun setidaknya Prosida in memorable masih ada dalam jiwa para pensiunannya. Bahkan terakhir mereka membuatkan formula dalam konsep perencanaan pengendalian antisipasi bahaya banjir khususnya diwilayah Kota Tegal yang draftnya sudah diajukan ke DPRD Kota Tegal.

" Kami ingin memberikan yang terbaik bagi Kota Tegal terutama menyampaikan ide-ide buat pemerintah daerah, " Pungkas Suparlan.

Acara Silaturakhim anggota PKBP-PC yang dihadiri seorang mantan pejabat Prosida dari Yogyakarta Hadhy Wardoyo dan istrinya, juga acara diisi tausyiah oleh Ust. Amirudin Lc yang juga anggota DPRD Kota Tegal. Mereka mengakhiri acara dengan menyanyikan lagu Kemesraan serta tembang Kapan-Kapan. (Anis Yahya)