Korban Kematian Akibat Covid-19 di Kota Tegal Meningkat Tajam, Perlukah Status Darurat?

Korban Kematian Akibat Covid-19 di Kota Tegal Meningkat Tajam, Perlukah Status Darurat?
Prosesi pemakaman korban covid-19 di Kota Tegal hari ini Rabu 11/11 (Foto : Istimewa)

Tegal - Kota Tegal dalam satu pekan terakhir menunjukan tingkat korban kematian akibat Covid-19 semakin meningkat tajam. Akumulasi dalam satu pekan itu terdapat 7 (tujuh) orang meninggal dunia akibat infeksi virus Corona. Maka average korban kematian akibat covid-19 setiap harinya ada korban yang meninggal.

Setidaknya peningkatan intensitas ini dapat dilihat pada data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 melalui laman resminya Corona Kota Tegal yang selalu up date setiap saat.

Per Jumat, 6 November 2020 saja korban meninggal sebanyak 28 orang. Ada 19 orang dirawat di Rumah Sakit rujukan seperti RSUD Kardinah dan RSI Harapan Anda. Selain itu yang sedang melakukan isolasi mandiri sejumlah 115 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 353 orang.

Hingga saat berita ini diangkat, 11 November 2020 telah terjadi penambahan 7 orang meninggal dunia yang dinyatakan akibat Covid-19. Sehingga total korban meninggal saat ini berjumlah 35 orang. Sementara terjadi juga peningkatan pada orang-orang yang sedang melakukan isolasi mandiri dari sebelumnya berjumlah 115 orang meningkat menjadi 200 orang. Maka dalam sepekan terakhir ada penambahan 85 orang yang melakukan Isolasi Mandiri.

Sementara pada tingkat kesembuhan dari jumlah 353 orang menjadi 363 orang. Total jumlah akumulatif warga Kota Tegal dihitung dari mulai Jumat, 6 November hingga Rabu, 11 November 2020 ( dalam seminggu ) baik yang meninggal, sedang dirawat, mengisolasi mandiri dan yang sudah dinyatakan sembuh total berjumlah dari 515 orang menjadi 626 orang warga Kota Tegal yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menyikapi terjadinya kenaikan kasus kematian akibat Covid-19 yang cukup signifikan tersebut, Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr Hery Susanto, Sp.A mengharapkan seluruh masyarakat tanpa kecuali untuk patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak.

" Dengan adanya peningkatan kasus covid-19, diperlukan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun,  jaga jarak dan menghindari kerumunan, " Ujar dr. Hery yang disampaikan pada jateng.indonesiasatu.id melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/11).

Sementara menjawab pertanyaan kemungkinan penerapan status darurat untuk Kota Tegal, dirinya menyatakan hal itu harus melalui kajian dulu.

" Untuk menentukan darurat covid-19 tentunya harus dilakukan kajian terlebih dahulu dari Satgas Covid-19 Kota Tegal, " Jelasnya. 

Sementara salah seorang anggota DPRD Kota Tegal, Hj. Nur Fitriani, SE, Akt yang mencuitkan ekspresi kesedihannya melalui media sosial Facebook, Rabu, (11/11), saat dikonfirmasi jateng.indonesiasatu.id, Rabu, (11/11) menyebutkan bahwa dengan jumlah korban meninggal sudah mencapai 35 orang, dirinya meminta pemerintah Kota Tegal untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terutama terhadap dampak bagi keluarga korban Covid-19 dan orang-orang yang terkonfirmasi positif yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Menurutnya, sekarang korban meninggal akibat Covid-19 sudah merambah pada masyarakat dan lingkungan ekonomi lapisan bawah. Sehingga kalau mengandalkan program Jogo Tonggo semata, hal itu tidak efektif sebab para tetangga itu sendiri tidak lebih baik secara ekonominya dari keluarga korban Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

" Pemerintah harus hadir ditengah mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri, " Kata Nur Fitriani. Selanjutnya Ani, panggilan kecil Nur Fitriani melihat ada ketidak seriusan pemerintah Kota Tegal dalam menangani keluarga korban covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

" Itu terlihat tidak adanya langkah antisipasi dalam pengajuan anggaran untuk tahun 2021. Disitu Pemerintah tidak memasukan anggaran untuk penanganan Covid. Malah ada anggaran BTT yang nota bene untuk jaring pengaman sosial mau dipotong untuk keperluan yang tidak urgen, " Beber Ani. (Anis Yahya)