Kesulitan Akses, Jembatan Darurat Dibangun Lagi

Kesulitan Akses, Jembatan Darurat Dibangun Lagi

BREBES - Warga Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong bangun kembali jembatan darurat. Pembangunan tersebut untuk mempermudah mobilitas warga.

Warga terpaksa membat jembatas secara swadaya karena jalan sebagai akses satu-satunya menuju pemukiman mereka putus karena longsor pada delapan bulan lalu.

Paska putusnya jalan sebenarnya telah dibuat jembatan darurat, namun jembatan dengan kontruksi kayu tersebut hanya bisa dilalui satu kendaraan roda dua saja.

Sementara pemerintah desa menganggap lokasi jalan yang putus tersebut harus direlokasi karena lokasi longsor memiliki kontur tanah labil.

Relokasi dilakukan dengan memakan tanah milik warga. Namun relokasi jalan tersebut membuat jarak tempuh ke pemukiman semakin jauh.

Karena dinilai jauh, warga membuat jembatan baru di lokasi longsor di sisi jembatan darurat.

"Pembangunan jembatan ini dilakulan secara swadaya," kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Galuh Timur, Busro.

Pembangunan jembatan dengan kontruksi kayu tersebut agar akses warga ke permukiman lebih dekat.

"Jembatan ini juga diperlebar dari jembatan darurat yang dulu dibangun," ucap Busro.

Pembuatan jembatan yang lebar agar bisa dilalui kendaraan roda empat.

"Akses roda empat sangat pentinh untuk mengangkut hasil pertanian warga ke luar permukiman," ungkap Busro.

Selain itu, pelebaran jalan juga untuk menunjang pariwisata desa. Karena, di dekat permukiman warga terdapat situs budaya dan lokasi rencana pembangunan musium purbakala.

"Jembatan yang kami bangun tersebut selain sebagai akses ekonomi warga juga sebagai akses pariwisata," ujar Busro.

Kepala Desa Galuh Timur Sobandi melalui Sekretaris Desa Galuh Timur Muhajir mengatakan, dalam pembangunan jembatan tersebut sebenarnya tidak murni swdaya masyarakat. Pemerintah desa juga turut andil dalam pembangunan tersebut.

"Kami bantu pembangunan jembatan dengan membangun pondasi jembatan dan bronjong," ungkap Muhajir. (*)